cara membuat laporan mini riset

LAPORANMINI RISET. LAPORAN MINI RISET. PEMBELAJARAN IPS MENYENANGKAN PADA KELAS VI DI SDN 055994 SENDANG REJO. OLEH : KELOMPOK 6. JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR. FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN. UNIVERSITAS NEGERI MEDAN. MEDAN. MetodePenelitian. Pada penelitian ini, digunakan studi literatur dari berbagai sumber agar hasil yang dicapai benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Adapun langkah-langkah kerjanya sebagai berikut. 1.Menentukan objek penelitian. 2.Menentukan referensi yang akan digunakan untuk bahan penelitian. Contohlaporan mini riset kinerja tenaga pendidik. Pedoman penyusunan proposal dan penulisan laporan penelitian ini. Contoh laporan mini riset mkdk. Yuk Lihat Contoh Laporan Riset Pasar Cara Ku Mu from sejumlah aturan penulisan laporan penelitian . Satu acuan, cara penulisan daftar pustaka diberi contoh pada lamprian 3. 1 Prof. Dr. Sugiyono. Menurut Prof. Dr. Sugiyono, pengertian metode penelitian adalah suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 2. Muhiddin Sirat. Menurut Muhiddin Sirat, metode riset adalah suatu cara untuk memilih topik masalah dan penentuan judul suatu riset. CaraMembuat Kata Penutup dalam Makalah atau Laporan Contoh Penutup. Bagian penutup dalam makalah lebih menonjolkan mengenai kesimpulan yang bisa di dapat di dalam makalah yang sudah kamu buat. Untuk membuat kesimpulan yang baik dan benar, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan. Diantaranya adalah sebagai berikut ini : Markt De Sie Sucht Ihn München. Contoh Kesimpulan Mini Riset - Contoh Mini Riset Dapatkan link. CONTOH FORMAT LAPORAN PENELITIAN TUGAS RISET PEMASARAN DISUSUN OLEH M. Adapun contohnya adalah sebagai kesimpulan mini riset. Perencanaan mini riset pelaksanaan dan laporan mini riset. Contoh mini riset dalam penelitian kualitatif. Laporan Mini riset terdiri dari bab I sebagai pendahuluan Bab II sebagai tinjauan teori. Nah ketika kamu akan membuat kesimpulan tak ada salahnya jika kamu mengetahui susunan kesimpulan yang baik sesuai dengan contoh kalimat kesimpulan yang telah lolos dalam penulisan skripsi makalah mauapun karya tulis. Mini Riset Yang Dipakai Fix From Cara membuat laporan arus kas metode langsung perusahaan dagang Cara mengisi spt tahunan badan nihil manual Arti dari laporan deskriptif Cara membuat laporan jualan online Mini Riset Profesi Pendidikan. Dik D Matematika 2019 Mata Kuliah. Contoh format laporan penelitian tugas riset pemasaran disusun oleh m. Karena terjadinya perang maka terjadi sebuah kebutuhan iyalah bagaimana cara mengalokasikan sumber sumber daya yang sangat terbatas kepada berbagai elemen operasi militer dalam sebuah kegiatan secara efektif Karena itulah pemimpin pemimpin perang meminta saran kepada ahli dalam bidang. Kami berharap semoga pembahasan mengenai contoh mini riset keperawatan pdf berikut ini bermanfaat untuk Anda. Bagian ini membahas Temuan atau kesimpulan sementara dari hasil di. FORMAT LAPORAN mini RISET Februari 2 2016 9 Desember 3 November 3 Agustus 1 Juni 2 2015 14 Lainnya - April 26 2018 MINI RISET. Inilah contoh mini riset keperawatan pdf dan informasi lain yang masih ada hubungannya dengan topik contoh mini riset keperawatan pdf yang Anda cari. Memberi kita hadiah atau malah membuat kita kehabisan uang. Riset mini diharapkan dapat memberi gambaran mengenai penelitian kualitatif. Salah satu penggunaan proposa l penelitian adalah penulisan thesis atau skripsi. FORMAT LAPORAN mini RISET Februari 2 2016 9 Desember 3 November 3 Agustus 1 Juni 2 2015 14 Desember. Source Inilah contoh mini riset keperawatan pdf dan informasi lain yang masih ada hubungannya dengan topik contoh mini riset keperawatan pdf yang Anda cari. Blog tentang tugas akhir karya ilmiah mahasiswa yaitu mini riset yang disusun dari beberapa bab yang merupakan hasil riset atau research yang telah dilakukan di sekolahkampus masyarakat ataupun kantor-kantor pemerintahan. Ini berfungsi untuk mengatur pikiran dan seluruh pekerjaan Anda sebelum menulis Mini Riset. Fitrianto2001 UNIVERSITAS SRIWIJAYA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN 2013 FORMAT LAPORAN PENELITIAN Halaman SampulCover Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Gambar I. Riset Pasar Pengertian Tujuan Jenis Peran Fungsi Contoh Riset pasar merupakan sesuatu yang sangat penting dalam bisnis sebab dengan riset pasar akan diketahui apa saja yang diperlukan pasar atau masyarakat dan juga mengetahui para pesaing bisnisDengan diketahuinya apa saja yang dibutuhkan oleh pasar dan juga pesaing yang ada dapat membuat produk ataupun jasa yang sesuai dengan. Source Serta melatih penulis untuk mengadakan riset mini. Ini berfungsi untuk mengatur pikiran dan seluruh pekerjaan Anda sebelum menulis Mini Riset. Serta melatih penulis untuk mengadakan riset mini. Peran keluarga menjadi sangat penting dalam perkembangan rasa agama anak karena dalam keluarga anak pertama kali mendapatkan penanaman nilai dasar-dasar agama. Laporan Mini Riset 1. Source CONTOH FORMAT LAPORAN PENELITIAN TUGAS RISET PEMASARAN DISUSUN OLEH M. Garis besar penting untuk semua jenis Mini Riset. Riset mini diharapkan dapat memberi gambaran mengenai penelitian kualitatif. Aplikasi Lainnya - April 26 2018 MINI RISET. Contoh proposal mini riset. Source Perumusan Masalah C. LAPORAN MINI RISETPENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENGELOLAAN SAMPAHTERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN WARGA DALAM PENGELOLAANSAMPAH DESA TERTEK KECAMATAN PAREDisusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Praktik Profesional NersProgram Studi S1 Keperawatan STIKes Surya Mitra Husada KediriOleh 1 Akmal Sari Kurniawati S. Karena terjadinya perang maka terjadi sebuah kebutuhan iyalah bagaimana cara mengalokasikan sumber sumber daya yang sangat terbatas kepada berbagai elemen operasi militer dalam sebuah kegiatan secara efektif Karena itulah pemimpin pemimpin perang meminta saran kepada ahli dalam bidang. Nama Roy Nanda Damanik 4191111035 Alfin Nursyaadah 4193111043 Fathiyah Nabila4193111051 Ayu Lestari Sihombing4193111057 Nurul Intan Nirwana4193111087 Kelompok. Peran keluarga menjadi sangat penting dalam perkembangan rasa agama anak karena dalam keluarga anak pertama kali mendapatkan penanaman nilai dasar-dasar agama. Source Untuk lebih jelas mengenai contoh proposal penelitian berikut adalah 10 contoh proposal penelitian dari berbagai kasus. Untuk lebih jelas mengenai contoh proposal penelitian berikut adalah 10 contoh proposal penelitian dari berbagai kasus. Adapun contohnya adalah sebagai berikut. Inilah contoh mini riset dalam penelitian kualitatif dan informasi lain mengenai hal-hal yang masih berkaitan dengan contoh mini riset dalam penelitian kualitatif di website ini. Garis besar penting untuk semua jenis Mini Riset. Source Tema yang diangkat dalam karya tulis ini adalah bebas. MINI RISET HIMPUNAN DAN LOGIKA KONJUNGSI DISJUNGSI IMPLIKASI DAN BIIMPLIKASI Disusun Oleh. Contoh Mini Riset Dapatkan link. Bagian ini membahas Temuan atau kesimpulan sementara dari hasil di. Contoh mini riset dalam penelitian kualitatif. Source Riset Pasar Pengertian Tujuan Jenis Peran Fungsi Contoh Riset pasar merupakan sesuatu yang sangat penting dalam bisnis sebab dengan riset pasar akan diketahui apa saja yang diperlukan pasar atau masyarakat dan juga mengetahui para pesaing bisnisDengan diketahuinya apa saja yang dibutuhkan oleh pasar dan juga pesaing yang ada dapat membuat produk ataupun jasa yang sesuai dengan. Lapangan dengan beberapa teori-teori yang relevan. Dik D Matematika 2019 Mata Kuliah. Mini Riset Profesi Pendidikan. Serta melatih penulis untuk mengadakan riset mini. Source Peran keluarga menjadi sangat penting dalam perkembangan rasa agama anak karena dalam keluarga anak pertama kali mendapatkan penanaman nilai dasar-dasar agama. Nama Roy Nanda Damanik 4191111035 Alfin Nursyaadah 4193111043 Fathiyah Nabila4193111051 Ayu Lestari Sihombing4193111057 Nurul Intan Nirwana4193111087 Kelompok. Contoh laporan mini riset contoh laporan mini riset yang baik dan benar contoh laporan mini riset contoh laporan minit mesyuarat contoh laporan mini research contoh laporan mini riset yang baik dan benar contoh laporan pkl contoh laporan contoh laporan keuangan contoh laporan observasi contoh laporan kewirausahaan contoh laporan keuangan perusahaan contoh laporan sakip contoh. Setiap aspek yang teramati pada masing-masing kegiatan akan diberikan skor dengan skala 2-0. Lapangan dengan beberapa teori-teori yang relevan. Source Nama Roy Nanda Damanik 4191111035 Alfin Nursyaadah 4193111043 Fathiyah Nabila4193111051 Ayu Lestari Sihombing4193111057 Nurul Intan Nirwana4193111087 Kelompok. Fitrianto2001 universitas sriwijaya fakultas ekonomi jurusan manajemen 2013. LAPORAN MINI RISETPENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENGELOLAAN SAMPAHTERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN WARGA DALAM PENGELOLAANSAMPAH DESA TERTEK KECAMATAN PAREDisusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Praktik Profesional NersProgram Studi S1 Keperawatan STIKes Surya Mitra Husada KediriOleh 1 Akmal Sari Kurniawati S. Peran keluarga menjadi sangat penting dalam perkembangan rasa agama anak karena dalam keluarga anak pertama kali mendapatkan penanaman nilai dasar-dasar agama. Inilah contoh mini riset dalam penelitian kualitatif dan informasi lain mengenai hal-hal yang masih berkaitan dengan contoh mini riset dalam penelitian kualitatif di website ini. Source Contoh format laporan penelitian tugas riset pemasaran disusun oleh m. BUDAYA SEKOLAH DAN MOTIVASI GURU. Contoh Mini Riset Dapatkan link. Laporan Mini Riset 1. Karena terjadinya perang maka terjadi sebuah kebutuhan iyalah bagaimana cara mengalokasikan sumber sumber daya yang sangat terbatas kepada berbagai elemen operasi militer dalam sebuah kegiatan secara efektif Karena itulah pemimpin pemimpin perang meminta saran kepada ahli dalam bidang. Source Mini Riset Profesi Pendidikan. Laporan Mini Riset 1. Pada mulanya Riset Operasi tidak terlepas dari perang dunia ke II. CONTOH FORMAT LAPORAN PENELITIAN TUGAS RISET PEMASARAN DISUSUN OLEH M. Nama Roy Nanda Damanik 4191111035 Alfin Nursyaadah 4193111043 Fathiyah Nabila4193111051 Ayu Lestari Sihombing4193111057 Nurul Intan Nirwana4193111087 Kelompok. Source FORMAT LAPORAN mini RISET Februari 2 2016 9 Desember 3 November 3 Agustus 1 Juni 2 2015 14 Desember. Inilah contoh mini riset dalam penelitian kualitatif dan informasi lain mengenai hal-hal yang masih berkaitan dengan contoh mini riset dalam penelitian kualitatif di website ini. Dik D Matematika 2019 Mata Kuliah. Serta melatih penulis untuk mengadakan riset mini. Contoh proposal mini riset SISTEM. Source Setiap aspek yang teramati pada masing-masing kegiatan akan diberikan skor dengan skala 2-0. Makalah semacam ini ditujukan untuk penelitian ilmiah yang akan membuktikan Anda sebagai seorang sarjana yang memiliki bakat teknis untuk memecahkan masalah inti dan siap menyampaikan ide-ide Anda menggunakan pendekatan dan proses ilmiah. Rubrik observasi ini sudah dijudgment oleh satu orang dosen ahli dan memberikan penilaian bahwa rubrik observasi yang dibuat sudah baik dan dapat digunakan. CONTOH PERMASALAHAN RISET OPERASI SOAL 1 MAKSIMASI BAYU FURNITURE memproduksi 2 jenis produk yaitu meja dan kursi yang harus diproses melalui perakitan dan finishing. Pada contoh-contoh di atas tergambar adanya beberapa faktor yang berperan dalam suatu hubungan yaitu keyakinan perasaan dan perilaku. Source Contoh laporan mini riset tugas perkuliahan mini riset unimed raja bunglon. Setiap aspek yang teramati pada masing-masing kegiatan akan diberikan skor dengan skala 2-0. Garis besar penting untuk semua jenis Mini Riset. Salah satu penggunaan proposa l penelitian adalah penulisan thesis atau skripsi. Kep2 Asniatim Marifah S. Source Lapangan dengan beberapa teori-teori yang relevan. Tujuan dari mini research ini adalah untuk mengetahui pemikiran ataupun ide dari calon anggota Wira Usaha Mahasiswa UNIMED. Dik D Matematika 2019 Mata Kuliah. Perumusan Masalah C. Makalah semacam ini ditujukan untuk penelitian ilmiah yang akan membuktikan Anda sebagai seorang sarjana yang memiliki bakat teknis untuk memecahkan masalah inti dan siap menyampaikan ide-ide Anda menggunakan pendekatan dan proses ilmiah. Source Contoh mini riset keperawatan pdf. Peran keluarga menjadi sangat penting dalam perkembangan rasa agama anak karena dalam keluarga anak pertama kali mendapatkan penanaman nilai dasar-dasar agama. EKO FITRIANTO DOSEN RISET PEMASARAN CONTACT PERSON Email. Contoh mini riset dalam penelitian kualitatif. Contoh mini riset keperawatan pdf. Source Garis besar penting untuk semua jenis Mini Riset. EKO FITRIANTO DOSEN RISET PEMASARAN CONTACT PERSON Email. Pada mulanya Riset Operasi tidak terlepas dari perang dunia ke II. BUDAYA SEKOLAH DAN MOTIVASI GURU. Lapangan dengan beberapa teori-teori yang relevan. Source Lapangan dengan beberapa teori-teori yang relevan. Contoh mini riset keperawatan pdf. Contoh Laporan Mini Riset Tugas Perkuliahan Mini Riset Unimed Raja Bunglon. Blog tentang tugas akhir karya ilmiah mahasiswa yaitu mini riset yang disusun dari beberapa bab yang merupakan hasil riset atau research yang telah dilakukan di sekolahkampus masyarakat ataupun kantor-kantor pemerintahan. Pada contoh-contoh di atas tergambar adanya beberapa faktor yang berperan dalam suatu hubungan yaitu keyakinan perasaan dan perilaku. This site is an open community for users to do submittion their favorite wallpapers on the internet, all images or pictures in this website are for personal wallpaper use only, it is stricly prohibited to use this wallpaper for commercial purposes, if you are the author and find this image is shared without your permission, please kindly raise a DMCA report to Us. If you find this site serviceableness, please support us by sharing this posts to your own social media accounts like Facebook, Instagram and so on or you can also bookmark this blog page with the title contoh kesimpulan mini riset by using Ctrl + D for devices a laptop with a Windows operating system or Command + D for laptops with an Apple operating system. If you use a smartphone, you can also use the drawer menu of the browser you are using. Whether it’s a Windows, Mac, iOS or Android operating system, you will still be able to bookmark this website. BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Dalam upaya menuju tercapainya tujuan pendidikan dengan baik, apakah itu tujuan Instruksional, tujuan ekstrakurikuler, maupun tujuan nasional, banyak faktor yang mempengaruhi dan berperan penting di dalamnya, di antaranya supervisi-supervisi dalam tugas dan fungsi kepengawasan ditujukan kepada usaha memperbaiki situasi belajar mengajar, sehingga terciptanya proses interaksi yang baik antara pendidikan dengan peserta didik dalam usaha mencapai tujuan belajar yang telah ditentukan. Kepala sekolah mempunyai tugas yang sangat penting di dalam mendorong guru untuk melakukan proses pembelajaran untuk mampu menumbuhkan kemampuan kreatifitas, daya inovatif, kemampuan pemecahan masalah, berpikir kritis dan memiliki naluri jiwa kewirausahaan bagi siswa sebagai produk suatu sistem pendidikan. Kegiatan supervisi bukan mencari-cari kesalahan tetapi lebih banyak mengandung unsur pembinaan, agar kondisi pekerjaan yang sedang disupervisi dapat diketahui kekurangannya bukan semata-mata kesalahannya untuk dapat diberitahu bagian yang perlu diperbaiki. Supervisi juga merupakan kegiatan pengawasan tetapi sifatnya lebih human, manusiawi. Secara semantik Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar dan belajar pada khususnya. Tidak diragukan lagi keampuhan supervisi dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman pendidik dan tenaga kependidikan mengenai tugas dan fungsinya di sekolah, sehingga mereka mempunyai dedikasi dan loyalitas tinggi, tetapi supervisi dapat juga mengembangkan sumberdaya manusia pendidik dan tenaga kependidikan. Apalagi berpegang pada prinsip supervisi yang konstruktif dan kreatif. Para pendidik dan tenaga kependidkan akan sungguh merasa terbina, merasa dalam suasana aman, sehingga lahirlah inisiatif, aktivitas, kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan potensi mereka yang seoptimal mungkin dengan penuh tanggungjawab, yang pada akhirnya akan menghasilkan para pendidik yang berkualitas, karena itu pelaksanaan mekanisme supervisi harus dilakukan secara terprogram, teratur, terencana, dan kontinyu. Bertitik tolok dari uraian di atas maka koordinasi antara kepala sekolah dan pengawas mutlak dilakukan. TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dalam rangka memenuhi tugas Mata Kuliah Profesi Pendidikan,dan bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan supervisi di sekolah khususnya di TK Santo Paulus Kecamatan Medan Labuhan,dan melatih penulis untuk mengadakan mini research. Mini research ini diharapkan dapat memberi gambaran mengenai penelitian kualitatif. MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan serta pengalaman penulis mengenai penelitian kualitatif itu sendiri. Selain itu untuk mengetahui pelaksanaan supervisi di sekolah khususnya di TK Santo Paulus Kecamatan Medan Labuhan. Contoh Laporan Mini Riset BAB II KERANGKA PEMIKIRAN LATAR BELAKANG PENTINGNYA SUPERVISI Latar belakang pentingnya supervise bagi guru-guru dan tenaga pendidik lainnya dilembaga pendidikan. Kenyataan-kenyataan yang mendasarinya, antara lain a. Penyelenggara pendidikan melibatkan sejumlah orang yang perlu dikendalikan dalam kerjasama. Pengendalian dimaksudkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan yang efektif dan efisien. b. Pada umumnya semua petugas pendidikan, khususnya guru, memiliki potensi yang lebih besar daripada apa yang ditampilkannya. Namun karena berbagai faktor pengahambat seperti kurangnya persiapan untuk menjadi guru, pengalaman yang kurang membantu perkembangan pribadi, kondisi kerja yang kurang memadai, potensi-potensi yang kurang sehingga penampilan guru semakin merisaukan. c. Para pengajar tidak mungkin selalu dapat melaksanakan tugasanya dengan baik. Guru tidak lepas dari berbagai masalah, faktor-faktor luar dari diri sendiri sering menjadi penyebab guru tersebut mengahadapi berbagai masalah/kesulitan dalam melakukan aktivitasnya. d. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan tuntuttan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks, telah mengakibatkan adanya perkembangan tuntutan tanggung jawab terhadap guru. Dengan memperhatikan faktor di atas, kedudukan supervisi dalam dunia pengajaran dan pendidikan semakin dirasakan. TUJUAN SUPERVISI PENDIDIKAN Tujuan supervisi pendidikan bukan menyodorkan suatu teori, tetapi menganjurkan sesuai kebutuhan dan untuk mengungkapkan beberapa karakteristik esensial teori. Supervisi pendidikan sebagai salah satu instrumen yang dapat mengukur dan menjamin terpenuhinya kualitas penyelenggaraan pendidikan maupun penyelenggara pembelajaran. Tujuan supervisi pendidikan adalah 1. Membantu Guru agar dapat lebih mengerti/menyadari tujuan-tujuan pendidikan di sekolah, dan fungsi sekolah dalam usaha mencapai tujuan pendidikan itu. 2. Membantu Guru agar mereka lebih menyadari dan mengerti kebutuhan dan masalah-masalah yang dihadapi siswanya; supaya dapat membantu siswanya itu lebih baik lagi. 3. Untuk melaksnakan kepemimpinan efektif dengan cara yang demokratis dalam rangka meningkatkan kegiatan-kegiatan profesional di sekolah, dan hubungan antara staf yang kooperatif untuk bersama-sama meningkatkan kemampuan masing-masing. 4. Menemukan kemampuan dan kelebihan tiap guru dan memanfaatkan serta mengembangkan kemampuan itu dengan memberikan tugas dan tanggung jawab yang sesuai dengan kemampuannya. 5. Membantu guru meningkatkan kemampuan penampilannya didepan kelas. 6. Membantu guru baru dalam masa orientasinya supaya cepat dapat menyesuaikan diri dengan tugasnya dan dapat mendayagunakan kemampuannya secara maksimal. 7. Membantu guru menemukan kesulitan belajar murid-muridnya dan merencanakan tindakan-tindakan perbaikannya. 8. Menghindari tuntutan-tuntutan terhadap guru yang di luar batas atau tidak wajar; baik tuntutan itu datangnya dari dalam sekolah maupun dari luar masyarakat. Tujuan supervisi pendidikan ialah mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik melalui pembinaan dan peningkatan profesi mengajar. Supervisi harus dilakukan secara kontinu atau reguler, misalnya bulanan, per semester, tahunan, dan lain sebagainya. Dalam melakukan supervisi, harus jelas indikator-indikator yang harus dipantau. Supervisi dilakukan dengan lima tujuan, yaitu 1. Menghasilkan kinerja terbaik dengan cara memperoleh feedback dari semua pihak atau aspek yang sedang kita kerjakan. 2. Meningkatkan rencana kerja dan melakukan tindakan perbaikan segera terhadap beberapa penyimpangan yang mungkin terjadi. 3. Menjajaki progress dan perubahan yang terjadi dari sisi input, proses, maupun output melalui sistem pelaporan dan pecatatan. 4. Membantu pengambilan keputusan. 5. Temuan hasil supervisi selanjutnya akan menjadi bahan atau bagian dari alat evaluasi selanjutnya. Tujuan utama supervisi adalah memperbaiki pengajaran Neagly & Evans, 1980; Oliva, 1984; Hoy & Forsyth, 1986; Wiles dan Bondi, 1986; Glickman, 1990. Tujuan umum Supervisi adalah memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru dan staf agar personil tersebut mampu meningkatkan kualitas kinerjanya, dalam melaksanakan tugas dan melaksanakan proses belajar mengajar. FUNGSI SUPERVISI PENDIDIKAN Supervisi mempunyai fungsi penilaian evaluation dengan jalan penelitian research dan meruppakan usaha perbaikan improvement. Supervisi pendidikan bersifat multifungsi. Pertama, meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran. Mutu proses tercermin dari suasana pembelajaran yang sehat, dinamis, produktif, kreatif, adaptif, ekonomis, menyenangkan, dan sebagainya. Mutu hasil pembelajaran tercermin dari nilai tambah capaian kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Kedua, mendorong dan mengoptimasi unsur-unsur yang terkait dengan proses pembelajaran. Fokusnya dalam kerangka ini lebih pada hal-hal yang bersifat teknis administrasi dan fasilitatif bagi terlaksananya proses pembelajaran yang baik dan bermutu. Ketiga, fungsi membina dan memimpin. Muaranya adalah semua sumber daya yang tersedia disekolah dapat secara konsisten dan taat atas asas bekerja pada koridornya. Dalam suatu analisa fungsi supervisi yang diberikan oleh swearingen, terdapat 8 fungsi supervisi, yakni 1. Mengkoordinasikan Semua Usaha Sekolah Koordinasi yang baik diperlukan terhadap semua usaha sekolah untuk mengikuti perkembangan sekolah yang makin bertambah luas dan usaha-usaha sekolah yang makin menyebar, diantaranya - Usaha tiap guru. - Usaha-usaha sekolah. - Usaha-usaha pertumbuhan jabatan. 2. Memperlengkapi Kepemimpinan Sekolah. Yakni, melatih dan memperlengkapi guru-guru agar mereka memiliki ketrampilan dan kepemimpinan dalam kepemimpinan sekolah. 3. Memperluas Pengalaman. Yakni, memberi pengalaman-pengalaman baru kepada anggota-anggota staff sekolah, sehingga selalu anggota staff makin hari makin bertambah pengalaman dalam hal mengajarnya. 4. Menstimulasi Usaha-Usaha yang Kreatif. Yakni, kemampuan untuk menstimulir segala daya kreasi baik bagi anak-anak, orang yang dipimpinnya dan bagi dirinya sendiri. 5. Memberikan Fasilitas dan Penilaian yang Kontinu. Penilaian terhadap setiap usaha dan program sekolah misalnya, memiliki bahan-bahan pengajaran, buku-buku pengajaran, perpustakaan, cara mengajar, kemajuan murid-muridnya harus bersifat menyeluruh dan kontinu. 6. Menganalisa Situasi Belajar Situasi belajar merupakan situasi dimana semua faktor yang memberi kemungkinan bagi guru dalam memberi pengalaman belajar kepada murid untuk mencapai tujuan pendidikan. 7. Memberi Pengetahuan dan Ketrampilan pada Setiap Anggota Staf. Supervisi berfungsi memberi stimulus dan membantu guru agar mereka memperkembangkan pengetahuan dan ketrampilan dalam belajar. 8. Mengintegrasikan Tujuan dan Pembentukan Kemampuan. Fungsi supervisi di sini adalah membantu setiap individu, maupun kelompok agar sadar akan nilai-nilai yang akan dicapai itu, memungkinkan penyadaran akan kemampuan diri sendiri. BAB IIIMETODOLOGI PENELITIAN LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di TK SANTO PAULUS kecamatan Medan Labuhan, Jalan Pancing I Martubung Medan. Pada tanggal 21 April 2017. Observasi ke sekolah memakan waktu selama 1 jam. SUBJEK PENELITIAN Subjek dari penelitian ini adalah kepala sekolah sekaligus guru di sekolah tersebut. Dari beliau lah penulis mendapatkan data dan penjelasan. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif yaitu wawancara Contoh Laporan Mini Riset PERSIAPAN PENELITIAN Langkah awal dari penelitian ini adalah mengumpulkan dan mempelajari sejumlah literatur baik dari buku, maupun artikel yang berkaitan dengan materi. Sebelum peneliti melakukan penelitian maka terlebih dahulu mempersiapkan instrumen yang digunakan yaitu, alat perekam, pedoman wawancara, dan instrumen lainnya untuk menunjang kelancaran jalannya penelitian. Kemudian peneliti mencari subjek yang memenuhi kriteria. PELAKSANAAN PENELITIAN Peneliti menjalin komunikasi yang baik guna memperlancar proses penelitian. Kemudian peneliti memilih tempat yang sesuai untuk melakasanakan wawancara agar partisipan bebas bercerita. Sebelum melakukan wawancara, peneliti membuat janji untuk mengadakan wawancara dengan subjek. BAB IV HASIL PENELITIAN PROFIL SEKOLAH Nama Sekolah TK SANTO PAULUS Alamat Sekolah Jalan Pancing I Martubung Medan Kecamatan Medan Labuhan Kabupaten/Kota Kota Medan Provinsi Sumatera Utara Kode Pos 20251 Email tkypsantopaulus Status Sekolah Swasta Ijin Operasional 420/1268PPD/2017 Status Bangunan Sewa Visi Mewujudkan anak yang mandiri, berkreasi dan bermoral Misi - Mewujudkan disiplin kerja guru dan murid berlandaskan kesadaran, keikhlasan, kasih dan kekekluargaan. - Mengembangkan multi metode dalam sistem pembelajaran secara optimal HASIL WAWANCARA 1. Supervisi di TK Santo Paulus dilakukan sebanyak 2 kali dalam 1 semester. 2. Supervisi dilakukan oleh kepala sekolah sendiri di mana penilaian yang dilakukan adalah kesiapan bahan ajar, kesiapan guru, metode yang digunakan guru dalam mengajar, keserasian bahan ajar dengan praktek di lapangan dan kemampuan menguasai kelas. 3. Supervisi di TK Santo Paulus tidak dilakukan di hari yang sama untuk setiap guru. 4. Setelah selesai supervisi akan langsung diadakan evaluasi yang sifatnya rapat atau sharing. 5. Supervisi di TK Santo Paulus dilakukan personal sedangkan evaluasi dilakukan secara global. Hal ini dilakukan agar kesalahan yang terjadi di kelas yang satu tidak terjadi di kelas yang lainnya dan juga dapat berbagi kelebihan yang ada di setiap kelas. 6. Pada TK Santo Paulus Martubung terdapat 4 kelas dan 3 guru. 7. Pada TK ini kepala sekolah juga ikut turut ambil bagian dalam proses belajar mengajar dan memegang tanggung jawab pada 1 kelas. Supervisi khusus untuk kepala sekolah dilakukan oleh yayasan. 8. Pada TK Santo Paulus kegiatan belajar menggunakan tema tertentu untuk menunjang pembelajaran. Misalnya, pada semester ini menggunakan tema profesi. Pada tema ini kegiatan yang dilakukan peserta didik adalah foto dengan profesi yang mereka minati. 9. Pembagian kelas yang ada di TK Santo Paulus terdiri dari a. Kela A umur 4 – 5 Tahun b. Kelas B umur 5 – 6 Tahun 10. Jumlah siswa di TK Santo Paulus ada 89 siswa 11. Kegiatan belajar dimulai dari – WIB 12. TK Santo Paulus juga menyediakan les tambahan tidak diwajibkan yang diadakan 3 kali dalam seminggu dengan waktu 45 menit setelah pembelajaran selesai. 13. Masalah yang sering dihadapi guru di TK Santo Paulus ini adalah tidak adanya kerja sama antara guru dan orang tua. Ini dapat terlihat dari Pekerjaan Rumah PR peserta didik yang jarang selesai dikerjakan. Dalam hal ini guru yang ada di TK Santo Paulus memberikan motivasi kepada peserta didik agar tidak mengulangi kesalahan yang di buat misalnya dengan memotong waktu bermain untuk mengerjakan tugas yang belum selesai kira-kira 10 menit. 14. Dalam hasil wawancara kepala sekolah menyatakan bahwa tujuan PR yang diberikan kepada peserta didik yang duduk di bangku Taman Kanak-Kanak TK adalah untuk melihat kedekatan orang tua dengan anak. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN 1. Supervisi meningkatkan kesadaran dan pemahaman pendidik dan tenaga kependidikan mengenai tugas dan fungsinya di sekolah sehingga mereka semua memiliki loyalitas dan dedikasi yang tinggi 2. Program dan pelaksanaan supervisi di TK Santo Paulus sudah terjadwal dengan terstruktur dan hasil supervisi dijadikan sebagai pegangan untuk perbaikan 3. Pelaksanaan supervisi di TK Santo Paulus dapat terlaksana dengan baik dengan adanya persiapan dan juga pelaksanaan yang didukung oleh seluruh komponen sekolah SARAN 1. Pelaksanaan supervisi dijadwalkan dan dilaksanakan disesuaikan dengan kondisi sekolah 2. Guru harus mempersiapkan semua kelengkapan untuk pelaksanaan supervise 3. Pelaksanan supervisi tidak mengganggu proses pembelajaran dan jam pelajaran DAFTAR PUSTAKA Danim,sudarwan dan Khairil. 2011. Profesi Kependidikan. Bandung Alfabeta. Daryanto, 2006. Administrasi Pendidikan . Jakarta PT Rineka Cipta. Farid, Mashudi. Panduan Evaluasi & Supervisi Bimbingan danKonseling. 2003. Diva Press, Jogyakarta. Maryono. 2011. Dasar-Dasar & Teknik Menjadi Supervisor Pendidikan. Yogyakarta Ar- Ruzz Media Muhtar dan Iskandar. Baru Supervisi Pendidikan. Jakarta Gaung Persada Press Wau, Yasaratodo. 2017. Profesi Kependidikan Edisi Revisi. Medan Unimed Press Berikut ini contoh Video Pelaksanaan Mini Riset Matematika Reguler A 2014 Universitas Negeri Medan Garis besar penting untuk semua jenis Mini Riset. Ini berfungsi untuk mengatur pikiran dan seluruh pekerjaan Anda sebelum menulis Mini Riset. Makalah semacam ini ditujukan untuk penelitian ilmiah yang akan membuktikan Anda sebagai seorang sarjana yang memiliki bakat teknis untuk memecahkan masalah inti dan siap menyampaikan ide-ide Anda menggunakan pendekatan dan proses ilmiah. Garis besar akan menjadi pengingat bagi Anda untuk menyusun semua seluk-beluk yang diperlukan di dalamnya. Ini adalah "bingkai" dari Mini Riset nyata yang akan menuntun Anda melalui seluruh prosedur tetapi bagaimana menulis garis besar Mini Riset? Menulis garis besar Mini Riset dapat memberikan arahan yang baik kepada siswa untuk menulis Mini Riset. Tetapi banyak siswa tidak memiliki ide yang tepat tentang format Mini Riset dan itulah sebabnya mereka gagal menulis garis besar Mini Riset yang baik. Struktur garis besar Mini Riset dapat dengan mudah dipahami oleh siswa dengan bantuan penulis Mini Risetyang dapat diandalkan dari Bantuan Penugasan Siswa. Semua langkah penting yang merupakan bagian dari garis besar Mini Riset dapat dengan mudah ditulis Garis Besar Mini Riset oleh siswa dengan bantuan para ahli ini. Dengan terlebih dahulu membagi kertas Anda menjadi semua bagian dasarnya, Anda akan jauh lebih tertata & tidak akan khawatir bahwa Anda lupa sesuatu. Selain itu, muncul di garis besar Anda, Anda akan lebih tenang setelah membagi pekerjaan Anda menjadi banyak bagian. Itu tidak akan tampak begitu menarik & membingungkan. Anda dapat mendekati semua bagian selama hari yang berbeda & merencanakan persiapan Anda secara berturut-turut yang akan membantu Anda untuk memenuhi batas waktu yang ketat! Bantuan penulisan Mini Riset dalam garis besar untuk siswa oleh para profesional bersertifikat membantu sejumlah siswa di seluruh dunia dalam bentuk bantuan penugasan Global dalam garis besar Mini Riset. Jadi jika Anda tidak memiliki motivasi untuk menyelesaikan garis besar Mini Riset Anda dalam berbagai mata pelajaran seperti sains, teknologi informasi, ekonomi, hukum dan studi bisnis dll. Ambil bantuan yang dapat diandalkan dalam garis besar Mini Riset dari Pakar Bantuan Penugasan Pelajar. Mini Riset Garis Besar Struktur Tips Jika Anda diminta oleh profesor Anda untuk menulis garis besar makalah Mini Riset di sini adalah beberapa tips yang harus Anda ikuti untuk tujuan ini. Bantuan Penugasan Siswa Para ahli telah memberikan kiat-kiat ini kepada para siswa untuk garis besar Mini Riset mereka. Selalu lakukan riset tentang topik dokumen penelitian Anda sebelum mulai menulis garis besar. Pastikan untuk menggunakan ide-ide gratis kosakata dan plagiarisme sederhana dalam Mini Riset Anda. Jangan menulis tentang hal-hal yang sudah ditulis jutaan kali, tidak ada yang tertarik membaca Mini Riset tersebut. Jadilah unik dan inovatif bersama dengan urutan argumen yang benar dalam garis besar Mini Riset Anda. Berikut Ini, beberapa Contoh penulisan Mini Riset, dan Anda dapat membaca dan menggunakannya sebagai bahan referensi atau perbandingan untuk menyelesaikan tugas Mini Riset Anda. Mini Riset FIS Unimed - Kewarganegaraan BACA Strategi Story telling dalam pengembangan Bahasa BACA Contoh Format Mini Riset Ekonomi Mikro BACA Peranan Guru Bidang Studi Pada Setiap Substansi Manajemen Pendidikan BACA MINI RISET PKN BACA Contoh Laporan Mini Riset Tugas Perkuliahan Mini Research Unimed BACA Contoh Mini Riset Di Sekolah Penelitian Sekolah, Guru Dan Siswa BACA Contoh Mini Riset Penelitian BACA MINI RISET BAHASA INDONESIA BACA MINI RISET PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BACA MINI RISET PEMODELAN BACA MINI RISET AGAMA ISLAM - PESANTREN BACA MINI RISET TEKNIK PONDASI BACA Contoh Mini Riset Agama Islam - Pengaruh Pengajian BACA Tampaknya cukup sulit untuk mengatasi tugas ini, & dalam hal ini, Anda dapat terus mengandalkan layanan penulisan online. Tetapi jika Anda memilih untuk menulis sendiri teruslah membaca tulisan ini. Untuk menjadi lebih mampu dalam detail struktur, lihat contoh untuk para sarjana SD. Garis besar untuk Esai Sastra juga akan membantu Anda. Bagaimanapun, bagian utama adalah sebagai berikut Pengantar Isi Kesimpulan Sepertinya tidak terlalu sulit, kan? Tetapi kenyataannya adalah bahwa semua poin mencakup berbagai informasi bagi Anda untuk mengatur garis besar penelitian Anda tentang hewan, misalnya. Bagian Pendahuluan adalah salah satu yang paling signifikan. Karena itu menyajikan pembaca dengan topik makalah Anda dan itu seperti sebuah kait yang menarik minat pembaca. Di sini Anda seharusnya berbicara tentang komponen penting yang diperlukan seperti pernyataan tesis, klarifikasi topik beberapa poin utama, informasi umum, dan penjelasan tentang istilah-istilah inti yang terkait dengan pembelajaran Anda Bagian tubuh adalah bagian yang paling kuat dan terdiri dari banyak paragraf atau sub bagian. Di sini Anda membawa pendapat untuk mendukung laporan Anda. Metodologi inilah yang mengikuti segmen pendahuluan. Ini memberikan wawasan tentang cara Anda melakukan penelitian dan harus terdiri dari jenis investigasi dan kuesioner yang telah Anda penuhi. Jangan pernah lupa tentang tujuan penyelidikan yang juga harus dinyatakan dalam pendahuluan. Pastikan untuk menyusun tinjauan literatur. Di sini sebutkan tulisan kreatif yang Anda gunakan sebagai cadangan untuk hipotesis & teori Anda. Bagian ini akan menunjukkan bagaimana Anda dapat mengerjakan istilah, teori, dan bukti yang ada. Tema utama Anda dan literatur yang dipilih harus berdekatan. Tunjukkan bagaimana input Anda berkembang & mengubah kerja aktif. Data dan analisis umumnya mengikuti metode dan literatur. Di sini sajikan hasil Anda & variabel lain yang Anda miliki dalam prosedur survei. Gunakan tabel atau grafik jika perlu lebih tepat dan teratur. Tafsirkan hasil Anda. Ingat untuk memberi tahu para penonton apakah hasil Anda membawa keragaman pada seluruh topik. Garis besar kelemahan penelitian & manfaatnya. Bagian terakhir adalah Kesimpulan yang secara umum tidak menyajikan informasi baru kepada penonton, tetapi memberikan pandangan sekilas pada keseluruhan karya dengan merangkum poin-poin utama di dalamnya. Jangan lupa untuk berbicara tentang pernyataan tesis lagi. Merumuskan sudut pandang untuk penelitian potensial juga. Mengapa Penting untuk menulis Garis Besar untuk Mini Riset Jika Anda seorang siswa yang terbiasa memiliki karya tulis Mini Riset secara teratur, itu bukan masalah besar bagi Anda untuk memahami pentingnya garis besar Mini Riset. Kadang-kadang bahkan profesor meminta siswa mereka untuk menulis garis besar Mini Riset sebelum memulai Mini Riset yang sebenarnya. Tujuan utama di balik penulisan Mini Riset adalah untuk mendapatkan ide tentang poin utama dari topik yang telah Anda teliti dapat dimasukkan dalam Mini Riset. Mayoritas waktu siswa lupa banyak aspek signifikan dari Mini Riset karena kurangnya garis besar Mini Riset. Itulah mengapa sangat penting untuk menulis garis besar Mini Riset untuk tujuan ini. Panduan langkah demi langkah untuk menulis Garis Besar Mini Riset Berikut ini adalah panduan langkah demi langkah untuk menulis garis besar Mini Riset Universitas oleh para ahli kepada para siswa. Mereka yang ingin menulis garis besar Mini Riset yang sempurna dapat mengikuti poin-poin ini. Mulailah dengan topik penelitian dan pahami dengan berbagai dimensi. Tuliskan poin-poin penting yang Anda perhatikan dari topik. Jika mungkin cobalah untuk menyaring masalah dan masalah yang terkait dengan topik itu dan bagaimana menyelesaikannya. Coba juga untuk meneliti tentang alasan yang menghambat solusi ini untuk bekerja dengan alasan praktis. Sekarang mulailah menulis garis besar Mini Riset Anda dengan memberikan abstrak atau alasan mengapa Anda menulis Mini Riset Anda. Juga diskusikan poin-poin utama yang akan Anda sampaikan melalui Mini Riset Anda dan cara untuk mencapai solusi untuk masalah-masalah ini. Terakhir, sebutkan cara yang akan Anda ikuti untuk mengetahui realitas masalah ini dan mengapa mereka ada. Ini adalah bagaimana garis besar Mini Riset yang baik dapat ditulis oleh siswa dengan mudah. Siswa dapat menunjukkan garis besar ini kepada profesor dan guru mereka juga. Apa Poin Penting yang akan Dicakup dalam Garis Besar Makalah Mini Riset Seperti disebutkan di atas, sebuah makalah Mini Riset berbicara tentang isu-isu utama yang akan dihadapi penulis dalam Mini Risetnya. Selain itu, juga membahas cara dan strategi yang akan digunakan untuk mencapai solusi dari masalah ini. Sumber daya yang akan digunakan siswa dalam penulisan Mini Riset terkadang juga diungkapkan kepada para profesor. Singkatnya, kita dapat mengatakan bahwa garis besar makalah Mini Riset bermanfaat bagi siswa dalam menjaga semua poin dalam pikiran saat menulis Mini Riset sehingga setiap poin tidak hilang yang seharusnya ada di sana. Bimbingan penelitian makalah dari para ahli Bantuan Penugasan Siswa juga membantu siswa untuk menulis Mini Riset kualitas tertinggi. Sehingga siswa dapat mengambil bantuan dari para ahli ini dalam tugas mereka dalam bentuk Bantuan Penugasan Universitas. Cover Mini RisetLaporan Mini Riset Hubungan Antara Perkembangan Moral Dengan Perilaku Prososial Pada RemajaDi Ajukan Sebagai Tugas Mata KuliahPendidikan KewarganegaraanDosen Prayetno, Kelompok 31. Nisa Putri Utama Sirait 31531310232. Sarah Triana 31511310433. Vicky Ghaneza 31531310034. Siti Nurhaliza Putri 3153131007Program Studi Pendidikan GeografiFakultas Ilmu SosialUniversitas Negeri MedanMedan2018 Pengantar Mini RisetKATA PENGANTARSegala puji atas segala nikmat yang telah diberikan tuhan kepada kita semua termasuk terselesaikannya Mini Riset ini. Mini Riset ini mengambil judul Hubungan Antara Perkembangan Moral Dengan Perilaku Prososial Pada Remaja, sebagai amanat yang diberikan kepada kami didalam memenuhi tugas Pendidikan penghargaan bagi kami atas diberikannya tugas ini, karena dengan begitu kita dapat mengkaji tentang Hubungan Antara Perkembangan Moral Dengan Perilaku Prososial Pada Remaja, yang pasti akan bermanfaat menambah ilmu dan pengetahuan kita kesempatan ini perkenankan kami mengucapkan terimah kasih yang tak terhingga kepada dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Kewarganegaran yang telah membimbing kami. Begitu pun kami menyadari bahwa laporan Mini Riset ini jauh dari sempurna, untuk sumbang saran maupun masukan sangat kami segala kekurangan tersebut, kami mohon dibukakan pintu maaf seluas-luasnya. Demikian dari kami, semoga segala tujuan baik dengan hadirnya laporan Mini Riset ini dapat ISI KATA PENGANTAR ………………………………………………………………..DAFTAR ISI …………………………………………………………………………BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang ………………………………………………………….……… Rumusan Masalah ……………………………………………………………. Tujuan ………………………………………………………………………….BAB II KAJIAN Landasan Teori …………………………………………………………………..BAB III METODE MINI Rancangan Mini Riset …………………………………………………………. Subjek Mini Riset ……………………………………………………………… Variabel dan Instrumen Mini Riset …………………………………………….. Prosedur dan Analisa Data …………………………………………………….BAB IV HASIL DAN Hasil …………………..………………………………………………………. Pembahasan ……………..……………………………………………………..BAB V KESIMPULAN DAN Kesimpulan …………………...……………………………………………….. Saran …………………………………………………………………………….DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………....LAMPIRAN .……………..………………………………………………………….... iii188913131415161825252627 Bagian Isi Mini Riset BAB Latar Belakang Mini RisetBangsa Indonesia sendiri adalah bangsa dengan budaya luhur yang menjunjung tinggi nilai gotong royong, kerjasama. Hal ini sudah ditanamkan dari orang tua dari jaman dahulu kepada setiap penerusnya. Namun pada kenyataannya semakin hari teknologi dan informasi yang semakin modern membawa perubahan yang besar kepada cara berikir dan berperilaku individu. Remaja Indonesia sebagai penerus budaya bangsa kini telah mengalami pergeseran budaya. Remaja dituntut untuk menghadapi laju ilmu teknologi, pertukaran teknologi yang pesat. Komunikasi yang tidak hanya dapat dilakukan secara langsung, menyebabkan kaburnya batas-batas antar negara dan memunculkan asimilasi antar budaya dan moderniasi budaya pun terjadi. Sullivan Nawai & Lubis, 2007 berpendapat bahwa dalam bangsa yang semakin modern individu cenderung mementingkan dirinya sendiri. Hal tersebut terjadi pada generasi remaja di Indonesia, di dalam kehidupan bermasyarakat remaja kini cenderung menjadi sosok yang sendiri adalah masa yang paling menonjol dari semua karakteristik perkembangan, hal ini dikarenakan masa ini adalah suatu periode transisi dalam rentang kehidupan manusia yang menjembatani masa kanak-kanak dengan dewasa. Fase remaja sering disebut-sebut sebagai fase mencari jati diri, karena remaja sebetulnya tidak memiliki tempat yang jelas, remaja berada diantara anak-anak dan dewasa Ali Muhammad, 2014. Remaja yang mengalami proses pencarian jati diri, mereka membangun relasi dan mencari tahu cara kerja suatu hal Santrock, 2011. Sehinga sebagai remaja, individu harusnya memerlukan kemampuan bersosialisi yang baik khususnya pada remaja Indonesia yang menjunjung tinggi nilai gotong royong. Wentzel, 1997 Santrock, 2011 menuliskan beberapa strategi untuk membangun hubungan yang baik dengan lingkungan, hubungan yang baik tidak muncul dari perilaku individualis melainkan muncul dengan membangun perilaku prososial, jujur dan dapat dipercaya, murah hati, mau berbagi, bekerja sama, dan mudah prososial merupakan salah satu bentuk perilaku yang muncul dalam kontak sosial. Watson 1998272 mendefinisikan perilaku prososial sebagai suatu tindakan yang memiliki konsekuensi positif bagi orang, tindakan menolong sepenuhnya yang dimotivasi oleh kepentingan sendiri tanpa mengharapkan sesuatu untuk dirinya. Tindakan prososial menuntut pengorbanan tinggi dari si pelaku dan bersifat sukarela atau lebih ditunjukkan untuk menguntungkan orang lain daripada untuk mendapatkan imbalan materi. Perilaku prososial juga sangat penting untuk membangun persahabatan pada remaja yang cenderung menghabiskan waktu dengan lingkungan dan teman sebayanya, karena pada masa remaja hubungan persahabatan sangatlah penting dalam pemenuhan kebutuhan sosial Santrock, 2011.Namun fakta dilapangan menunjukkan perilaku prososial pada remajan Indonesia justru mengalami penurunan dari tahun ketahun. Menurut Mini Riset Hamidah Savitri, 2014 melakukan Mini Riset mengenai perilaku prososial di tujuh daerah di kota Jawa Timur, menunjukkan adanya indikasi penurunan kepedulian sosial dan kepekaan terhadap orang lain, hal ini banyak terjadi pada remaja yang nampak lebih mementingkan diri sendiri dan keberhasilannya tanpa mempertimbangkan keadaan orang lain di sekitarnya. Mini Riset Savitri 2014 juga menunjukkan bahwa remaja kota yang lebih modern cenderung rendah perilaku prososialnya di bandingkan dengan remaja di desa. Remaja desa memiliki nilai yang lebih tinggi di semua aspek perilaku prososial yaitu simpati, kerjasama, berderma, menolong, altruisme. Dan pada kenyataannya remaja kota kini menjadi individu yang lebih Riset Hasanah Nur dan Kumalasari 2015 mengenai penggunaan handphone dan hubungan teman pada perilaku prososial siswa SMP Muhammadiyah Luwuk, menjelaskan bahwa banyak siswa kini yang tidak takut lagi melakukan pelanggaran disekolah, selain itu beberapa orang dari subjek yang memiliki smartphone mengakui bahwa mereka lebih memilih asik berkomunikasi dengan teman dunia mayanya dan sibuk dengan gadget daripada berkomunikasi secara langsung dengan teman yang ada di saat itu. Dengan keadaan yang demikian komunikasi antar muka subjek menjadi menurun, dan lebih mementingkan diri sendiri. Jadi tidaklah heran ketika sekarang nilai-nilai kesetiakawanan, pengabdian, dan tolong menolong mengalami penurunan yang berdampak pada perwujudan kepentingan diri sendiri atau egois dan rasa individualis. Individu akan mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dalam setiap tindakan menolong orang lain, banyaknya pertimbangan mengenai diri sendiri justru membuat individu enggan menolong. Perwitasari 2010 melakukan Mini Riset mengenai prososial pada remaja, hasil Mini Riset menyimpulkan bahwa remaja mengalami penurunan kepedulian sosial dan kepekaan terhadap orang lain dan lingkungan. Remaja lebih mementingkan diri sendiri dan keberhasilannya tanpa banyak mempertimbangkan keadaan orang lain di satu bukti penurunan kepedulian sosial remaja dilansir oleh Hardoko E 2015, kasus bullying SMP negeri di kota Binjai, seorang siswi mengunggah sebuah video kekerasan yang dilakukannya kepada teman sekolahnya. Di dalam video yang berdurasi 5 menit 46 detik tersebut terlihat bagaimana siswi tersebut tengah memukul, menendang dan menampar sambil mengucapkan kata-kata kasar untuk si korban. Dalam video tersebut juga terlihat teman sekolahnya yang lewat tapi justru bersikap acuh tak acuh pada kejadian tersebut. Selain itu berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Cahyaningro 2015 di SMK Taman Sukoharjo, dari 30 siswa hampir sebagian siswa menunjukkan adanya gejala penurunan perilaku prososial. Berdasarkan data catatak BK Taman Siswa Sukoharjo, dari tahun ketahun catatan perilaku antisosial siswa terus meningkat, 2011 tercatat 25% siswa berperilaku antisosial, 2012 naik menjadi 30% siswa yang berperilaku antisosial, hingga yang terakhir 2013 terdapat sekitar 34% siswa yang berperilaku prososial sendiri umumnya didapat dari hasil belajar. Remaja mempelajari tingkah laku dan norma dari orang dewasa lainnya. Perilaku prososial yang baik yaitu tindakan menolong yang menguntungkan orang lain tanpa harus menyediakan suatu keuntungan langsung pada orang yang melakukan tindakan tersebut, dan bahkan terkadang melibatkan suatu resiko bagi orang yang menolong Baron dan Byrne, 2005. Secara umum perilaku prososial dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor situasional yang meliputi karakteristik dari individu yang membutuhkan pertolongan, tekanan waktu, sedangkan faktor personal meliputi emosi, perasaan, empati, trait-trait kepribadian, mood dan juga norma-norma yang berlaku Myers, 2010. Mussen 1980 menyatakan bahwa 37 % persen pengaruh perilaku prososial berasal dari norma kepercayaan. Jadi penghayatan seseorang mengenai norma kepercayaan yang ada di lingkungannya akan menentukan bagaimana perilaku Eisenberg dan Mussen 1989 perkembangan moral mempengaruhi kecenderungan hati seseorang untuk bertindak secara prososial. Saat memasuki masa remaja, individu diharapkan dapat mengganti konsep moral yang berlaku dimasa kanak-kanak dengan perinsip moral yang berlaku umum dan merumuskan kode-kode moral yang berfungsi bagi pedoman perilakunya. Remaja harus dapat mengendalikan perilakunya sendiri, yang sebelumnya menjadi tanggung jawab orang tua dan guru. Kohlberg Berk, 2013 memngemukakan bahwa pemikir moral yang sudah matang menyadari bahwa bersikap menurut keyakinan mereka adalah sangat penting untuk memelihara tatanan dunia sosial yang adil. Senada dengan gagasan ini diharapkan remaja di tahap yang lebih tinggi dapat mempertimbangkan semua kemungkinan untuk menyelesaikan masalah juga mempertanggung jawabkannya dalam berbagai sudut pandang. Remaja diharapkan dapat melakukan tindakan prososial dengan membantu, berbagi, dan membela ketidakadilan Carlo, dkk dalam Berk, 2013.Perkembangan moral didefinisikan sebagai penalaran terhadap nilai, penilaian sosial dan juga penilaian terhadap kewajiban yang mengikat individu dalam melakukan sebuah tindakan Kohlbeg, 1995. Kohlberg 1995 membagi tingkat perkembangan moral menjadi tiga, yaitu pra-konvensional, konvensioal dan pasca-konvensional. Tahap pra-konvensioal menunjukan bahwa norma, aturan atau harapan dari masyarakat belum di pahami sebenarnya oleh idividu. Tingkat konvensioanal berarti individu sudah mampu memahami norma dan aturan sesuai dengan harapan masyarakat, guru, orangtua, tokoh masyarakat, dll. Pasca konvensional berarti individu dapat memahami norma, aturan, serta harapan masyarakat berdasar prinsip moral yang mendasarinya dan sudah mampu membuat keputusan moral dengan mengutamakan prinsip moral yang dianutnya. Dalam praktiknya perkembangan moral dapat dijadikan prediktor terhadap dilakukannya tindakan tertentu pada situasi yang melibatkan moral Kohlberg, 1995. Jadi perkembangan moral bukan hanya sebatas prinsip baik atau buruk tetapi juga upaya seseorang berpikir dan menimbang hingga sampai pada pengambilan keputusan untuk suatu norma kepercayaan dapat mendorong seseorang untuk berlaku adil dan mewujudkan keseimbangan didalam hidup. Sedangkan untuk memahami dan menghayati norma kepercayaan seseorang harus memiliki perkembangan moral yang baik. Sehingga bila disimpulkan bisa jadi salah satu faktor penyebab penurunan perilaku prososial pada remaja kini adalah adanya dekadensi moral. Sesuai dengan pendapat Desmita 2009, bahwa perkembangan moral sangat penting bagi remaja, terutama sebagai pedoman menemukan identitas dirinya, mengembangkan hubungan personal yang harmonis, dan menghindari konflik peran yang selalu terjadi dalam masa transisi. Sarwono 2012, menjelaskan bahwa moral dan religiusitas bisa mengendalikan tingkah laku anak yang beranjak dewasa agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan atau bertentangan dengan kehendak atau pandangan masyarakat. Mini Riset tentang perkembangan moral pun sudah pernah dilakukan sebelumnya dan hasilnya menunjukkan perkembangan moral memiliki hubungan yang positif dengan perilaku pokok permasalahan yang sudah dipaparkan peneliti tertarik untuk mencari tau apakah ada hubungan yang signifikan antara perilaku prososial pada remaja dengan tingkat perkembangan perkembangan moralnya. Dimana hubungan yang dimaksut oleh peneliti adalah hubunganh positif yaitu semakin tinggi tingkat perkembangan moral maka semakin tinggi pula perilaku prososial pada remaja. Sedangkan sebaliknya ketika tingkat perkembangan moral semakin rendah makan perilaku prososial juga rendah. Dalam Mini Riset ini peneliti mengambil subjek dengan rentang usia yang lebih besar dari peneliti sebelumnya sehingga data yang didapatkan akan lebih bervariasi Mini Riset ini diharapkan dapat menambah wawasan, juga memberikan manfaat teoritis tentang hubungan perkembangan moral dengan perilaku prososial yang dapat digunakan untuk pertimbangan Mini Riset Rumusan Masalah Mini RisetRumusan masalah pada Mini Riset ini yaitu 1. Bagaimana hubungan antara perkembangan moral dengan perilaku prososial pada remaja ? Tujuan Mini RisetAdapun yang menjadi tujuan dalam Mini Riset ini adalah 1. Mengetahui hubungan antara perkembangan moral dengan perilaku prososial pada remaja. BAB IIKAJIAN Landasan Teori1. Perilaku PrososialStaub Baron &Byrne, 1994, Perilaku prososial dapat dimengerti sebagai perilaku yang menguntungkan penerima, tetapi tidak memiliki keuntungan yang jelas bagi pelakunya. William Faturochman, 2006 membatasi perilaku prososial secara lebih rinci sebagai perilaku yang memiliki intens untuk mengubah keadaan fisik atau psikologis penerima bantuan kurang baik menjadi lebih baik, dalam arti secara material maupun prososial mencakup tindakan-tindakan sharing membagi memiliki pengertian dimana individu yang memiliki kecukupan membagi kelebihannya baik materi maupun ilmu pengetahuan, Bekerja sama adalah suatu perilaku yang sengaja dilakukan sekelompok orang maupun organisasi untuk mewujudkan cita-cita bersama, helping menolong yaitu suatu bentuk tindakan sukarela tanpa memperdulikan untung maupun rugi, honesty kejujuran adalah bentuk perilaku yang ditunjukkan dengan perkataan yang sesuai dengan keadaan dan tidak menambahkan suatu kenyataan yang ada, generosity kedermawanan merupakan suatu perilaku dermawan yang menunjukkan rasa prikemanusiaan, serta mempertimbangkan hak dan kesejahteraan orang lain dimana hak dan kewajiban merupakan hak asasi setiap manusia. Eisenberg &Mussen, 1989. Sears dkk. 1994, berpendapat perilaku prososial adalah tindakan menolong yang sepenuhnya dimotivasi oleh kepentingan sendiri tanpa mengharapkan sesuatu untuk diri si penolong itu sendiri. Perilaku prososial merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari Sears dkk., 1994 . Bila disimpulkan perilaku sosial adah sikap mementingkan kepentingan orang lain, dan sikap menguntungkan yang dilakukan individu untuk orang lain tanpa mempertimbangkan kepentingan pribadi. Hudaniah & Dayakisni 2009 menuliskan tiga indikator perilaku prososial 1. Tindakan itu berakhir pada dirinya dan tidak menuntut keuntungan pada pihak pelaku, 2. Tindakan itu dilahirkan secara sukarela, 3. Tindakan itu menghasilkan banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya perilaku prososial di dalam masyarakat, antara lain seperti yang diungkapkan oleh Sears dkk 1994 a Faktor situasi yaitu meliputi kehadiran orang lain, kondisi lingkungan dan tekanan waktu. Kehadiran seseorang kadang-kadang dapat menghambat usaha untuk menolong semakin banyak orang semakin memungkinnya terjadinya penyebaran tanggung jawab. b Faktor karakteristik penolong, kepribadian setiap individu berbeda-beda, kebutuhan tersebut akan memberi corak yang berbeda dan bisa menjadi motivasi individu untuk memberikan bantuan. Selain kepribadian, rasa bersalah yang merupakan perasaan gelisah yang timbul bila ketika individu melakukan kesalahan juga dapat menjadi pendorong untuk melakukan tindakan menurut Dayakisni dan Hudaniah 2009 faktor-faktor pengaruh tindakan prososial adalah 1 Self-again, harapan seseorang untuk memperoleh atau menghindari sesuatu, misalnya ingin mendapatkan pengakuan, pujian atau takut dikucilkan. 2 Personal values and norms, adanya nilai-nilai dan norma sosial yang diinternalisasikan oleh individu selama mengalami sosialisasi dan sebagian nilai-nilai serta norma tersebut berkaitan dengan tindakan prososial, seperti berkewajiban menegakkan kebenaran dan keadilan serta adanya norma timbale balik. 3 Empathy, kemampuan seseorang untuk ikut merasakan perasaan atau pengalaman orang Perkembangan MoralSuseno Muryono, 2009 mendefinisikan moral sebagai keyakinan mengenai apa yang baik dan apa yang buruk serta keyakinan akan norma-norma kelakuan manusia untuk menentukan apakah suatu tindakan atau sikap itu benar atau salah. Helden dan Richardas, 1971 Hurlock, 1980 berpendapat bahwa moral adalah suatu kepekaan dalam pikiran, perasaan, dan 2011 menilai perkembangan moral sebagai perkembangan yang berkaitan dengan aturan dan konvensi mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia dalam interaksinya dengan orang lain. Kohlberg Hurlock,1980 mengemukakan teori perkembangan moral berdasarkan teori Piaget, yaitu dengan pendekatan arginismik melaluitahap-tahap perkembangan yang memiliki urutan pasti dan berlaku secara universal. Selain itu Kohlberg juga menyelidiki struktur proses berpikir yang mendasari perilaku moral moral behavior. Tahapan perkembangan moral adalah ukuran dari tinggi dan rendahnya perkembangan moral seseorang berdasarkan perkembangan moralnya seperti yang diungkapkan lawrance Kohlberg Hurlock, 1980. Teori ini berpandangan bahwa perkembangan moral, yang merupakan dasar dari etis, mempunyai enam tahapan perkembangan yang dapat teridentifikasi. Ia mengikuti perkembangan dari keputusan moral seiring penambahan usia yang semula diteliti Piaget, yang menyatakan bahwa logika dan moralitas berkembang melalui tahapan-tahapan konstruktif. Kohlberg menggunakan cerita-cerita tentang dilema moral dalam Mini Risetnya, dan ia tertarik pada bagaimana orang-orang akan level perkembangan moral menurut Kohlberg Hurlock, 1980 1. Moralitas prakonvasional, Tahap orientasi hukuman dan kepatuhan, pada tahap ini anak-anak cenderung patuh terhadap aturan untuk menghindari sebuah hukuman selanjutnya tahap orientasi relativis instrumental, yaitu menyesuaikan diri confirm untuk mendapatkan ganjaran, kebaikannya diharapkan mendapat balasan kebaikan juga. Level ini ditemukan pada anak-anak prasekolah, sebagian besar anak-anak SD, sejumlah siswa SMP, dan beberapa siswa SMU dan tahap selanjutnya saling memberi dan menerima, 2. Moralitas konvensioanal, ditemukan pada sejumlah siswa SMP, dan banyak siswa SMU. Pada tahap ini anak memiliki orientasi manis yaitu, menyesuaikan diri untuk menghindari ketidaksetujuan, ketidaksenangan orang lain. Selanjutnya orientasi hukuman dan ketertiban, yaitu tahap menyesuaikan diri untuk menghindari penilaian oleh otoritas resmi dan rasa bersalah, tahap orientasi hukuman ini biasanya hanya muncul ketika sudah memsuki usia-usia SMU, konvensional, jarang muncul sebelum masa kuliah, pada level ini seseorang memiliki orientasi sosial legalistic, yaitu menyesuaikan diri untuk memelihara rasa hormat dari orang dan menjaga hubungan kesejahteraan masyarakat. Orientasi prinsip etika universal, yaitu tahapan paling tinggi tercapai ketika seseorang dapat menyesuaikan diri secara menyeluruh di segala aspek kehidupan untuk menghindari hukuman atas diri sendiri3. Hubungan Perilaku Prososial dan Perkembangan MoralPerilaku prososial perilaku yang mencakup tindakan membagi, menolong, jujur, dermawan dan mempertimbangkan hak dan kesejahteraan orang lain Eisenberg dan Mussen, 1989. Perilaku prososial besar manfaatnya untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Beberapa faktor eksternal dan internal akan mempengaruhi munculnya perilaku prososial. Faktor eksternal seperti kondisi lingkungan, kehadiran orang lain, dan desakan waktu. Sedangkan faktor internal meliputi self esteem juga norma-norma Eisenberg, 2006. Berkowitz, 1972; Schwartz 1975 Hurlock, 1980, mendefinisikan norma sebagai tanggung jawab sosial meyakinkan individu untuk berbuat baik bagi Hurlock,1980 menjelaskan kesadaran akan norma berdasarkan pada pendekatan kognitif sebagai tahap perkembangan moral. Perkembangan moral Kohlberg selalu menjelaskan bagaimana seseorang mengerti akan tanggung jawabnya terhadap lingkungan sosialnya dan bagaimana cara pandang tindakan yang seharusnya diambil dalam mengatasi masalah sosial yang berhubungan dengan lingkungan dan norma-norma sosial, karena inti dari prinsip moral sendiri adalah keadilan. Individu dituntut untuk jujur, menghargai dan memperhatikan hak-hak pribadi tiap individu. Tahap perkembangan moral menunjukkan cara individu untuk berfikir, termasuk konsistensi penalarannya. Tahap-tahap perkembangan moral bersifat universal, yang artinya setiap individu akan melalui urutan tahap yang sama namun berbeda dalam hal kecepatan dan sejauh mana tahap dapat kasus, sebut saja A, ia melihat kecelakaan dijalan dan memiliki pilihan yaitu memberi pertolongan orang tersebut atau tidak memeberi pertolongan ketika perkembangan moral A berada pada tahap pasca konvensional sebagai individu yang sangat menjunjung tinggi konsep kemanusiaan A percaya bahwa perbuatan menolong itu baik dan akan merasa bersalah ketika tidak membantu karena A yakin bahwa meninggalkan orang yang kesulitan adalah hal yang tidak baik sehingga akan besar kemungkinan bagi A utuk memutuskan menolong korban kecelakaan,. Kemungkinan menolong akan menjadi berbeda tahap perkembangan A masih dalam tahap perkembangan moral pra konvensional yang orientasi perilakunya berdasarkan hukum timbal balik sosial, ketika menolong orang kecelakaan dianggapnya tidak memiliki unsur timbal balik maka kemungkinan menolongnya akan menjadi lebih kecil. Jadi, bisa diasumsikan perilaku prososial seseorang akan berbeda-beda sesuai dengan tahap perkembangan moralnya. Berdasarkan teori Kohlberg, ada 3 Level dengan 6 tahapan perkembangan moral 1 Tahap 1 adalah tahap orientasi hukuman, pada tahap ini perilaku moral muncul karena rasa takut akan hukuman, 2 Tahap 2 adalah tahap orientasi hedonistis, pada tahap ini perilaku moral muncul sebagai harapan adanya timbal balik, 3 Tahap 3 adalah tahap orientasi anak manis, pada tahap ini perilaku moral muncul bergantung pada tingkatan kelekatan individu dengan lingkungannya, 4 Tahap 4, adalah orientasi hukum dan kewajiban, pada tahap ini perilaku moral muncul dalam upaya menaati hukum dan aturan sosial, 5 Tahap 5, yaitu tahap penyesuaian diri untuk memelihara kesejahteraan masyarakat, 6 Tahap 6 adalah tahap orientasi suara hati, perilaku moral muncul sebagai perinsip untuk menjunjung tinggi aspek kemanusiaan, dan rasa bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan seluruh aspek dalam IIIMETODOLOGI MINI Rancangan Mini RisetMini Riset ini dilakukan dengan metode kuantitatif karena gejala-gejala hasil Mini Riset berwujud data, diukur dan dikonversikan dahulu dalam bentuk angka-angka atau dikuantitatifkan dan dianalisis dengan teknik statistik. Jenis Mini Riset ini adalah Mini Riset korelasi karena peneliti ingin mengetahui hubungan antara dua data yaitu perkembangan moral dan perilaku Subjek Mini RisetPopulasi subjek Mini Riset adalah individu dengan jenjang usia berkisar 15-19 tahun setingkat dengan siswa SMP kelas 3, SMA dan Mahasiswa tingkat awal, seusai dengan teori perkembangan Santrock masa remaja dimulai dari usia 11 dan berakhir di usia 20 tahun yang berada di kota Malang. Subjek Mini Riset berjumlah 250 orang. sesuai dengan teori dari Roscoe, 1995 Sekaran, 2006 bahwa ukuran sample dapat dikatakan reliable dengan jumlah sampel lebih dari 30 dan kurang dari 500. Sample diambil secara insidental, artinya peneliti mengambil data dimanapun ketika bertemu dengan subjek yang sesuai dengan Variabel dan Instrumen Mini RisetMini Riset ini memiliki dua variabel Mini x adalah perkembangan moral yaitu nilai, penilaian sosial, dan juga penilaian terhadap kewajiban yang mengikat individu dalam melakukan suatu tindakan. Sedangkan variabel y adalah perilaku prososial yaitu, segala bentuk perilaku yang mencakup tindakan-tindakan sharing membagi, helping menolong, honesty kejujuran, generosity kedermawanan, serta mempertimbangkan hak dan kesejahteraan oranglain Eisenberg &Mussen, 1989Untuk mengukur perilaku prososial peneliti menggunakan skala prososial berdasar teori Eisenberg faturochman, 2006 yang telah di try out oleh Novyta 2014 dengan aspek berbagi, menolong, menyumbang, kejujuran, kedermawanan, dan mempertimbangkan hak dan kesejahteraan orang lain. Adapun indeks validitas dari skala perilaku prososial sebesar 0,323-0,708 dengan reabilitas sebesar 0,855Tabel 1. Blue Print Skala Prososial No Aspek Favorable Unfavorable Jumlah 1. Sharing membagi 1,2,3 5,6,7 6 2. Helping menolong 4,8,9 11,12,13 6 3. Generosity kedermawanan 10,14,15 17,18,19 6 4. Cooperative kerjasama 16,20,21 22,23,24 6 5. Honesty 25,26,27 29,30,31 6 6. Mempertimbangkan hak dan 28,32,33 34,35,36 6 kewajiban orang lain Total 18 18 36 Sedangkan untuk mengukur tingkat perkembangan moral peneliti menggunakan skala Difining Issues Test adaptasi dari Kohlberg. Angket ini pada dilema-dilema moral tahap perkembangan moral yang dicetuskan oleh Kohlberg. Prosedur skoring adalah sebagai berikut 1 Setiap pertanyaan dalam angket dilema moral diperlakukan sebagai 1 butir aitem, 2 Tiap butir aitem akan diberi nilai antara 1 - 6 berdasarkan 6 tahapan perkembangan moral menurut Kohlberg 1995 81, Nilai 1 apabila jawaban siswa mengandung unsur kepatuhan atau menghindari hukuman. Akibat-akibat fisik dan tindakan menentukan baik atau buruk tindakan ini. Nilai 2 apabila jawaban siswa mengandung unsur timbal balik, bukan masalah kesetiaan, rasa terimakasih, atau rasa adil. Nilai 3 apabila jawaban siswa mengandung unsurunsur agar diterima lingkungan dengan bersikap “baik” atau “manis”. Nilai 4 apabila jawaban siswa mengandung unsur melaksanakan kewajiban, hormat pada otoritas, atau memelihara ketertiban sosial yang ada demi ketertiban itu sendiri. Nilai 5 apabila jawaban siswa mengandung unsur kesadaran yang jelas bahwa nilai-nilai dan pendapat pribadi itu relatif, maka perlu adanya peraturan untuk mencapai konsensus atau persetujuan bersama. Tindakan benar cenderung dimengerti dari segi hak-hak manusia yang umum dan disetujui masyarakat. Nilai 6 apabila jawaban siswa mengandung unsur atau prinsip abstrak, etis, dan universal mengenai keadilan, kesamaan hak asasi manusia, dan penghormatan kepada martabat manusia sebagai pribadi. Tindakan benar diartikan sesuai dengan suara hati, sesuai prinsip-prinsip etika yang dipilih sendiri, berpedoman pada universalitas dan 2. Indeks Validitas Instrumen Setelah Try Out Instrument Jumlah Item Disajikan Jumlah Item Indeks Valid Validita Skala Prososial 36 Item 33 Item 0,202-0,652 Skala Perkembangan 5 Item 5 Item 0,191-0,516 Moral Berdasarkan hasil try out yang dilakukan peneliti memperoleh indeks validitas 0,202-0,652 untuk skala prososia. Dari 36 item yang diujikan 33 item dinyatakan valid dan 3 sisanya dinyatakan gugur. Sedangkan indeks validitas skala perkembangan moral berkisar 0,191-0,516 tanpa item 3. Indeks Realibilitas Instrumen Mini Riset Instrument Cronbach’s Alpha Skala Prososial 0,866 Skala Perkembangan 0,544 Moral Berdasarkan table diatas maka dapat disimpulkan bahwa instrument yang dipakai dalam Mini Riset ini adalah reliable pada kategori sedang. Sesuai dengan kategori koefisien dari Gulford 1956 dimana nilai Cronbach’s Alpha 0,40 – 0,60 memiliki reliabilitas Prosedur dan Analisa DataProsedur Mini Riset ini terdiri dari 3 tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan analisa. Pada tahap persiapan peneliti terlebih dahulu menentukan jumlah subjek dan criteria subjek Mini Riset, serta menyiapkan alat ukur yang akan digunakan dalam Mini Riset. Peneliti terlebih dahulu melakukan bimbingan untuk proses adaptasi alat ukur yang akan digunakan. Setelah kedua alat ukur disetujui oleh dosen pembimbing, try out dilaksanaka. Setelah data terkumpul maka peneliti malakukan analisis validitas dan reliabilitas item uji reliabilitas dan validitas dilakukan maka diketahui item yang harus gugur dan tetap bertahan sebagai alat ukur. Pada tahap penyebaran skala, jumlah subjek yang ditentukan untuk Mini Riset ini adalah 250 remaja berusia 15-19 tahun. Dalam pengambilan subjek Mini Riset, peneliti meminta bantuan kepada saudara yang masih berada di bangku SMA untuk mengambil data remaja yang perkiraan usianya 17-18 tahun. Untuk remaja setingkat SMP dan Mahasiswa peneliti terjun langsung ke lapangan untuk pengambilan datanya. Alat ukur yang disebarkan berupa 2 skala yang berbentuk skala likert, jadi setiap satu subjek Mini Riset akan mengisi 2 skala sekaligus. Setelah data terkumpul sesuai dengan kuota yang ditentukan, peneliti melakukan scoring dan input data dan melakukan analisis data dengan program SPSS. Peneliti menggunakan analisa korelasi product moment dari Pearson untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat perkembangan moral dengan perilaku IVHASIL DAN Hasil Dari data yang diperoleh dalam Mini Riset ini dilakukan analisis data dengan menggunakan korelasi product momen dari Karl Pearson. Subjek dalam Mini Riset ini adalah remaja berusia 15-19 4. Deskripsi Subjek Berdasarkan Usia Usia Jumlah Presentase 15 – 16 Tahun 123 49,2 17 – 20 Tahun 127 Total 250 100 Beradasarkan table 4 maka dapat diuraikan bahwa subjek yang memiliki usia 15 tahun yaitu sebanyak 89 responden dengan presentasi 35,6%, 16 tahun 34 responden 13,6%, 17 tahun sebanyak 39 responden 15,6%, 18 tahun 37 responden 14,8% dan 19 tahun sebanyak 51 responden dengan presentase 20,4%.Tabel 5. Deskripsi Subjek Berdasarkan Perkembangan Moral Tahap Jumlah Presentase 1 17 2 35 3 57 4 89 5 48 6 4 Total 250 100 Bila dilihat dari skor subjek tingkat perkembangan moral dari 250 subjek yang diteliti diketahui ada 17 subjek berada pada tahap perkembangan tingkat 1, 35 subjek berada pada tahap perkembangan moral tingkat 2, 57 subjek 22, 8% berada pada tahap perkembangan moral tingkat 3, sedangkan di tahap 4 ada 89 subjek 35,6%, sisanya sebanyak 56 subjek berada di tahap 5 dan 6 dengan presentase 19,2% ditahap 5 dan 1,6% berada pada tahap 6. Deskripsi Subjek Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahap Tingkat Pendidikan Total Mahasiswa SMA SMP 1 0 8 9 17 2 3 18 14 35 3 12 27 18 57 4 22 40 27 89 5 13 12 23 48 6 1 2 1 4 Total 51 107 92 250 Dapat dilihat dari data subjek banyak subjek berada pada tingkat perkembangan moral 3, 4, dan 5. Bila dilihat subjek Mahasiswa, SMA, dan SMP paling banyak berada pada tahap perkembangan moral 4, dan paling sedikit berada pada tahap perkembangan moral Pembahasan Dari hasil analisis data menggunakan uji korelasi product moment dari Karl Pearson dapat ditarik kesimpulan bahwa Tahap perkembangan moral seseorang memiliki hubungan dengan perilaku prososialnya. Hasil uji korelasi dapat dilihat pada table berikut ini Tabel 7. Hasil Analisis Hubungan Tingkat Perkembangan Moral Dengan Perilaku Prososial Pada Remaja. r hitung r2 Sig. Keterangan Kesimpulan 0,822 0,675 0,000 Sig. < 0,05 Hubungan signifikan Berdasarkan hasil analisis data menggunakan metode Correlation Product Moment maka dapat diketahui bahwa nilai r hitung yang diperoleh sebesar 0,822 dengan signifikansi 0,000 atau < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat perkembangan moral dengan perilaku prososial remaja. Semakin tinggi tingkat perkembangan moral pada remaja maka perilaku prososial yang muncul juga akan semakin hasil Mini Riset diketahui bahwa perkembangan moral memiliki nilai sig 0,000 p 0,001 yang berarti perkembangan moral memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku prososial pada remaja. Hasil Mini Riset menunjukkan bahwa arah hubungan perkembangan moral dengan perilaku prososial adalah positif. Hal ini bererti ketika remaja memiliki perkembangan moral yang tinggi maka perilaku prososialnya juga akan semakin meningkat. Sebaliknya ketika remaja memiliki perkembangan moral yang rendah, maka perilaku prososialnya juga akan semakin rendah. Hal yang sama dijelaskan oleh Mini Riset Farid & Perwitasari 2011 bahwa perkembangan moral, kecerdasan emosi, religiusitas dan pola asuh orang tua otoritatif memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku prososial. Jadi dapat disimpulkan bahwa benar perkembangan moral memiliki hubungan dengan perilaku adalah masa transisi yang dipenuhi dengan proses perubahan, dari perubahan fisik sampai perubahan psikologis. Masa remaja dikenal sebagai masa yang amat beresiko. Sebagian remaja bisa jadi sulit menangani begitu banyak perubahan yang terjadi dalam satu waktu dan mungkin membutuhkan bantuan. Masa remaja adalah waktu pembentukan masa dewasa, remaja dituntut untuk lebih produktif dan dapat menghadapi masalah besar. Masa remaja dikenal dengan kenakalannya, seperti perkelahian, munculnya sikap antisosial dan berkurangnya sikap prososial. Pada dasarnya sikap prososial sangatlah penting bagi pemenuhan kebutuhan perkembangan sosial remaja, karena dengan berperilaku prososial remaja akan dapat menjalin hubungan positif baik antar individu atau dengan 1997 Santrock, 2011 menjelaskan bahwa perilaku prososial sangat dibutuhkan oleh remaja untuk membangun hubungan yang baik dengan lingkungan. Dalam Mini Riset sebelumnya dikatakan bahwa rata-rata sikap prososial remaja setiap tahunnya mengalami perubahan. Dalam Mini Riset ini tercatat dari 250 anak ada 109 anak yang memiliki skor prososial rendah, sisanya memiliki skor prososial yang seseorang untuk berperilaku prososial akan membuat hubungan antar individu dan masyarakat menjadi negatif, seseorang dengan perilaku prososial dengan sendirinya akan mampu beradaptasi dengan baik. Berbeda dengan seseorang dengan perilaku anti sosial, perilaku anti sosial berakibat pada penerimaan individu di lingkungan sosialnya. Sebenarnya ada banyak faktor yang mendorong seseorang untuk berperilaku prososial salah satunya adalah personal value and norms. Yaitu internalisasi nilai-nilai serta norma dalam diri individu. Ketika seseorang melakukan interaksi sosial maka mereka akan mempelajari nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku sebagai tolak ukur antara baik dan buruk. Kemampuan penalaran individu terhadap nilai dan norma sosial tersebut dalam ilmu psikologi digambarkan sebagai perkembangan moral, merupakan pemahaman mengenai benar dan salah. Santrock 2011 menilai perkembangan moral sebagai perkembangan yang berkaitan dengan aturan dan konvensi mengenai apa yang harus dilakukan oleh manusia dalam interaksinya dengan orang lain. Menurut Kohlberg Hurlock, 1980 perkembangan moral menjelaskan bagaimana seseorang mengerti akan tanggung jawabnya terhadap lingkungan sosialnya dimana seseorang dituntut untuk jujur, saling berbagi, saling menolong, yang sejalan dengan konsep prososial. Konsep perkembangan moral mengedepankan kemampuan kognitif untuk menilai suatu perilaku sesuai dengan konsep moral yang berkembang dalam masyarakat. Konsep moral yang dikembangkan oleh Kohlberg lebih menekankan pada alasan yang menjadi dasar seseorang bisa melakukan suatu tindakan Hurlock, 1999. Jadi, sebelum individu memutuskan untuk berbuat sesuatu individu akan memikirkan apakah perilaku tersebut baik dan dapat diterima oleh orang lain atau masa anak-anak individu melakukan penilaian benar atau salah hanya berdasarkan tindakan yang akan mempengaruhi mereka. Artinya seorang anak akan berperilaku baik karena mereka takut akan hukuman yang akan diberikan kepada mereka ketika mereka berbuat buruk. Namun seiring waktu individu akan memahami bahwa mereka mungkin perlu mempertimbangkan kebutuhan – kebutuhan orang lain ketika menentukan mana yang benar dan mana yang salah dalam berperilaku. Dan pada akhirnya mereka akan memahami bahwa benar dan salah perilaku berhubungan dengan sekumpulan standart dan prinsip yang menjelaskan hak-hak manusia, bukan hanya kebutuhan individual. Tidak hanya itu, perkembangan moral juga sangat berkaitan denganpengembangan hati nurani, kemampuan untuk mengadakan empati dan kemampuan diri bersalah faktor-faktor afektif ikut berperan dalam perkembangan dilihat dari penjelasan diatas maka sangat mungkin bila perkembangan moral memiliki hubungan dengan munculnya perilaku prososial. Semakin tinggi perkembangan moral individu berarti semakin individu tersebut mengerti mana yang baik untuk dilakukan dan mana yang tidak baik atau dalam arti lain individu dapat menginternalisasi nilai dan norma sosial dengan baik dan semakin tinggi perkembangan moral individu maka semakin luas tolak ukur dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Bila di masa anak-anak tolak ukur penentuan baik dan buruk hanya berpatokan kepada tindakan yang mempengaruhi mereka maka seiring dengan waktu individu akan belajar bahwa kepentingan orang lain dan lingkungan sosial juga berpengaruh dalam pengambilan keputusan. Selain itu ketika perkembangan moral juga diiringi dengan perkembangan kemampuan untuk mengadakan empati dan kemampuan mengadakan rasa bersalah. Karena itu dalam diri hal ini perkembangan moral dapat mendorong individu untuk melakukan tindakan prososial. Hal ini selaras dengan hasil Mini Riset ini yaitu adanya hubungan yang positif antara perkembangan moral dengan perilaku prososial pada remaja. Hasil Mini Riset ini didukung oleh Mini Riset Dewi 2014 melakukan Mini Riset mengenai pengaruh kegiatan ekstrakulikuler kepramukaan terhadap perilaku prososial. Hasil Mini Riset menjelaskan bahwa kegiatan pramuka yang merupakan kegiatan diluar kelas dalam rangka memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan menginternalisasi nilai-nilai dan aturan-aturan sosial baik nasional maupun global dapat meningkatkan perilaku prososial remaja di SMP Cerdas Murni. Seperti yang diketahui kegiatan pramuka adalah salah satu wadah pembelajaran moral pada Mini Riset ini ditemukan bahwa sebagian besar remaja memiliki rata-rata perilaku prososial yang tinggi. Tercatat 56, 4% remaja memiliki nilai perilaku prososial diatas rata-rata. Selaras dengan nilai perilaku prososial yang tinggi nilai perkembangan moral remaja juga tinggi, dapat dilihat dari rata-rata nilai perkembangan moral tercatat 134 atau sekitar 53% anak memiliki nilai diatas rata-rata. Hal ini berarti remaja sudah dapat dengan baik menginternalisasi nilai dan norma sosial yang ada. Keputusan baik dan buruk remaja tidak berpatok lagi kepada tindakan yang akan mempengaruhi mereka, melainkan kepada kebutuhan-kebutuhan orang lain dan pertimbangan hak-hak orang lain serta penerimaan lingkungan sehingga dorongan untuk melakukan tindkan prososial juga tinggi. Diperjelas lagi dengan hasil analisis determinasi dalam Mini Riset ini, diketahui perkembangan moral memiliki sumbangan efektif yang cukup besar dengan nilai koefisien determinasi r2 sebesar yaitu berkisar 67,5% dan 32,5% nya dipengaruhi oleh variabel lain seperti faktor situasional seperti faktor kehadiran orang lain dan tekanan waktu. Keterbatasan yang dialami peneliti dalam proses Mini Riset ini adalah belum adanya standart penilaian norma yang baku pada skala perkembangan moral sehingga proses penilaiannya masih bersifat Kesimpulan Dewi, 2014. Pengaruh ekstrakulikuler kepramukaan terhadap perilaku prososial remaja di smp santa ursula jakarta. Persona, Jurnal Psikologi Indonesia N. 2006. Social, emotional and personality development. 6th edition. Hand book of child N,. & Mussen,. 1989 The roots of prosocial behavior in children. Ilustrasi pengertian dan contoh mini riset, Ilustrasi pengertian dan contoh mini riset,Mini riset adalah salah satu tugas atau langkah yang bisa dilakukan oleh mahasiswa untuk mempermudah dalam melakukan penelitian misalnya untuk pembuatan skripsi atau karya tulis ilmiah. Mini riset juga akan sangat membantu mahasiswa dalam menentukan topik penelitian dan apakah penelitian tersebut masih relevan dengan keadaan sekarang atau tidak. Sebenarnya setiap kampus atau dosen memiliki panduan masing-masing terkait dengan mini riset, namun secara umum tidak jauh berbeda. Kali ini akan diulas mengenai pengertian dan contoh mini riset untuk panduan dan Contoh Mini RisetIlustrasi pengertian dan contoh mini riset, sumber foto UX Indonesia on UnsplashPengertian dari mini riset adalah sebuah karya tulis ilmiah dari mahasiswa yang memiliki tujuan untuk mengetahui pemikiran atau ide dari mahasiswa terhadap suatu pokok permasalahan. Tema yang diangkat di dalam mini riset biasanya berkaitan dengan mata kuliah yang dari buku Panduan Mini Riset Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung dijelaskan bahwa tujuan utama dari mini riset adalah untuk membantu kesulitan mahasiswa dalam melakukan penelitian. Dengan adanya mini riset maka diharapkan mahasiswa bisa menerapkan ide-ide kreatifnya kedalam suatu bentuk karya tulis sehingga kedepannya akan dapat membantu mahasiswa dalam melakukan riset membuat sebuah contoh mini riset, Anda harus memahami terlebih dahulu bagian-bagian dari mini riset apa saja. Di antaranya adalah sebagai PendahuluanSecara garis besar isi sub bab pada Bab Pendahuluan terdiri atas Latar belakang masalah, perumusan masalah, dan tujuan kegunaan Tinjauan PustakaTinjauan pustaka berfungsi membangun konsep atau teori yang menjadi dasar studi. Bagian ini menyajikan sejumlah teori mengenai konsep dan teori yang digunakan berdasarkan literatur yang tersedia, terutama dari buku, artikel-artikel yang dipublikasikan dalam berbagai jurnal Rumusan MasalahMasalah, diuraikan secara jelas dan sistematis permasalahan utama yang dihadapi dan yang akan menjadi objek penelitian, dan uraikan pula secara rinci faktor-faktor yang berpengaruh terhadap masalah yang menjadi objek Tujuan dan Kegunaan PenelitianTujuan Penelitian mengemukakan tujuan penelitian yang akan dilakukan, dalam penelitian deduktif-hipotetikal, tujuan penelitian lazimnya adalah menjelaskan/mengukur hubungan antar variabel yang menjadi dalam Kajian PustakaTinjauan/kajian pustaka berfungsi membangun konsep atau teori yang menjadi dasar studi. Melakukan kajian pustaka yang relevan dengan masalah penelitian, yang akan dilakukan. Dalam bagian ini, dilakukan tinjauan/diskusi mengenai konsep dan teori yang digunakan berdasarkan literatur yang tersedia, terutama dari buku, artikel-artikel yang dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah dan hasil penelitian Metode dan Teknik Pengumpulan DataPada bagian ini dibahas dua hal pokok, yaitu pengumpulan data yang relevan dengan metode yang yang dipilih. Jika diperlukan dapat dijelaskan mengenai instrumen atau pengumpulan Hasil dan Pembahasan PenelitianSecara garis isi sub bab pada Bab Hasil dan Pembahasan terdiri atas Gambaran Umum Lokasi Penelitian, Deskripsi temuan hasil penelitian dan Pembahasan hasil KesimpulanSimpulan menjadi Jawaban atas pertanyaan yang diajukan dalam perumusan masalah yang diajukan. Simpulan bukan Ikhtisar atau Rangkuman dari bab sebelumnya, melainkan hasil reflektif yang mewakili muatan utama dalam adalah pembahasan mengenai pengertian dan contoh mini riset yang bisa dijadikan panduan oleh mahasiswa dalam menyusunnya. WWN

cara membuat laporan mini riset